Sejarah & Asal Usul
Jejak Sabrangwetan
Sebuah dusun tumbuh dari tempat, ingatan, dan cerita yang diwariskan. Di halaman ini, fakta terverifikasi ditempatkan berdampingan dengan sejarah lisan yang masih dirawat dan diperiksa bersama.
01 · Asal-usul nama
Asal Nama Sabrangwetan
“Tak bedel, wetan nyebrang kali”
Dalam cerita yang dituturkan turun-temurun, ungkapan “Tak bedel, wetan nyebrang kali” menjadi pintu untuk memahami nama Sabrangwetan. Sabrang dimaknai sebagai seberang, sedangkan wetan berarti timur: wilayah di seberang timur sungai.1

02 · Tokoh dalam ingatan warga
Kyai Mbah Wukir
Pengembara yang dikenang
Menurut cerita turun-temurun, Kyai Mbah Wukir adalah seorang pengembara yang menjadi cikal bakal nama Wukirsari. Catatan resmi Kalurahan menyebut beliau sebagai abdi Kerajaan Mataram,2 sementara tuturan warga Sabrangwetan mengisahkannya sebagai prajurit Majapahit pada masa peralihan menuju Demak.1
Makam Sasono Tunggal
Makam Sasono Tunggal menjadi tempat Mbah Kyai Wukir bersemayam dan direnovasi oleh warga pada 1974.2
03 · Riwayat dalam tuturan
Babak Kisah Kyai Mbah Wukir
Rangkaian kisah yang dituturkan warga, dengan rujukan pada setiap sumber di bagian Catatan & Sumber.
Kisah pengembaraan & masa Majapahit–Demak
—Pangkat atau kedudukan Kyai Mbah Wukir
—Cerita Kyai Paguhan
—Wilayah Sintokan
—Lokasi peristiwa penyeberangan
—Tahun penggabungan Kalurahan Wukirsari
—Lurah pertama
—04 · Catatan & Sumber
Rujukan
- Wawancara dengan Pak Win (71 tahun), warga dan narasumber Dusun Sabrangwetan, 8 Agustus 2026. Dituturkan sebagai sejarah lisan turun-temurun.
- “Mbah Kyai Wukir, Cikal Bakal Nama Kalurahan Wukirsari”, Website Resmi Kalurahan Wukirsari, 6 April 2022. Tautan ↗
- Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta No. 5 Tahun 1948 tentang perubahan daerah-daerah kelurahan.
Penyebutan “situs sejarah lokal” digunakan untuk Makam Sasono Tunggal selama status cagar budaya resmi belum ditetapkan. Frasa “lebih dari lima abad jejak sejarah lisan” dipakai sebagai gambaran rentang tuturan, bukan angka pasti.